JAKARTA - Harga batu bara diprediksi akan terus mengalami kenaikan selama dua tahun ke depan. Apalagi, saat ini Australia sedang mengalami banjir besar sehingga bisa meningkatkan ekspor batu bara Indonesia.
Adapun diakui bila dibutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk dapat memperbaiki semua alat dan sistem pengoperasian yang digunakan dalam penambangan batu bara. Di mana waktu yang digunakan untuk perbaikan tersebut diperkirakan bisa mencapai dua tahun.
"Kita harapkan harga batu bara selama dua tahun ke depan akan terus naik, supaya kita dapat pemasukan lebih besar," ungkap Sekretaris Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM Witoro Sularso, di Jakarta, akhir pekan ini.
Menurutnya, tren harga batu bara akan mengalami peningkatan seiring dengan adanya banjir yang melanda wilayah Australia. Ditambahkannya, banjir tersebut menyebabkan harga batu bara terus mengalami kenaikan di pasar internasional.
"Tren harga batu bara akan naik. Yang jelas kalau kita bicara eksportir terbesar kan Australia. Nah sekarang kan mereka terendam, untuk recovery itu memang tidak sebentar, dibutuhkan waktu hingga dua tahun untuk memperbaikinya," ungkapnya.
Sekadar informasi, memasuki 2011, harga batu bara tampaknya bisa menembus level USD 100/MT (metrikton). Bahkan diprediksi bisa mencapai level USD115/MT. Selama lima tahun terakhir, harga rata-rata batu bara melonjak sebesar CAGR 15,7 persen. Yakni dari USD47,67/MT pada 2005 ke level USD98,97/MT.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar